Seorang pasien mengeluh batuk-batuk tidak sembuh-sembuh. Sudah beberapa kali dibilangin untuk mengurangi rokoknya, tapi selalu aja menjawab, "Lha simbahku ngerokok sampai sekarang umur 90 tahun lebih tetep sehat, Mas Bro Dokter."
Pernah juga untuk buktiin omongannya dia ajak simbahnya check up dan memang di usianya 90 tahun simbahnya termasuk sehat sekali, pandangan dan pendengaran masih jelas, tidak ada keluhan sama sekali.
Hmm... Sampai segitunya baru saya percaya dibawa kakeknya tapi akhirnya alasan-alasan dia terpatahkan juga setelah sedikit saya kasih kultum dan sekarang udah mulai pelan-pelan mengurangi kebiasaan rokoknya.
Berikut ini pandangan saya kenapa kakek kita tampak lebih sehat dan bahkan jarang terserang sakit kecuali sakit tua.
1. Makanannya simbah tidak neko-neko; ada bayam dimakan, ada gadung dimakan, ada ketela dimakan, ada kecipir dimakan. Nah kalau sekarang tidak makan ke pizza atau McD tidak gaul.
2. Simbah ke mana-mana jalan kaki kalau tidak bersepeda, itu pun sudah lumayan bangsawan kalau sudah punya sepeda. Dulu simbah saya kalau beliau cerita manggul jendal/ketela pohon sambil jalan berkilo-kilo sudah biasa, bahkan sering transit dulu kalau sudah kemalaman di jalan, yah numpang di tempat kerabat atau teman dagangnya. Kalau sekarang tidak pakai ninja atau satria katanya tidak gaul.
3. Bumbu-bumbu jaman dulu masih asli hasil dari alam nah sekarang sudah banyak yang instan bahkan nasi goreng, bubur ayam saja sudah tinggal seduh, belum lagi ada sosis, nugget, ada pewarna, pemanis, pengawet dan pewangi makanan sudah seperti cucian saja pakai pewangi.
4. Orang sekarang malas olahraga, lebih asik jalan di mall atau nonton tv di rumah tidak kehujanan tidak kepanasan bisa sambil online ketawa-ketiwi sendiri liat YouTube: gags just for laugh (haha gue banget) hmm... Gimana mau sehat kalau kurang gerak.
5. Jaman dulu simbah ngerokoknya ngelinting sendiri, paling sehari 2 - 3 linting tambah cengkeh kadang-kadang pakai menyan sampai kalau digendong simbah kakung pulang-pulang ikutan bau menyan dikiranya ikutan ngerokok padahal memang iya haha... Kalau rokok jaman sekarang katanya lebih rendah kadar tar dan nikotinnya tapi kalau sehari habis 1-2 bungkus yah sama saja.
6. Polusi jaman dulu tidak sehoror sekarang, pagi-pagi buka pintu rencana mau ajojing aja baru keluar pagar sudah disembur truk tronton yang tiap hari lewat depan rumah. Hadehh.. Gimana mau dapat fresh air, yang ada engap ni napas. Belum lagi masalah air yang makin tercemar, banyak perumahan jarak septic tenk-nya bisa dibayangin sendiri seberapa dekatnya? Setau saya dulu ada pelajaran kalau jarak septic tank harus sekian meter, nah sekarang belakang sumur kita udah septic tank tetangga. Terpaksa deh beli F*ckqua. Bule lagi yang untung dah...
7. Penyakit sekarang juga ngeri, pada tidak sopan-sopan datangnya suka tiba-tiba ya ada flu burunglah, flu babilah, flu singapurlah, belum lagi penyakit-penyakit yang mainstream semacam HIV AIDS yang penyebarannya semakin cepat karena seks bebas dan jarum suntik narkoba. Beda sama jaman dulu palingan kalau flu ya lokal saja, tidak perlu sampai singapur (baca hand foot & mouth disease).
8. Makan sayur dan buah bagus, tapi kalau sayurnya disemprot pestisida, apelnya disuntik pengawet, ikannya direndem formalin, kerupuknya dikasih boraks, semangkanya disuntik pemanis gimana mau jadi sehat? Yang ada malah makin buruk kesehatan. Beda sama jaman dulu pak tani nanem sayur dan buah pupuknya diambil dari kandang sendiri yang lebih alami.
9. Orang dulu tidak gampang galau, orang sekarang dikit-dikit galau, dikit-dikit stress, kayanya jaman dulu tidak segitunya, kata simbah yang penting makan tidak makan asal ngumpul. Orang sekarang sesuatu yang tidak penting saja kadang dibuat masalah besar ujung-ujungnya pusing sendiri. Orang yang sering galau mudah kena penyakit lho karena sistem imunnya terganggu.
10. Orang sekarang gede gengsinya kalau tidak naik motor/mobil gengsi, kalau tidak makan makanan mahal gengsi, kalau olahraga tidak di fitness center gengsi, kalau sakit harus dirawat apa masih gengsi? Yuk buang gengsi dan kembali meniru kebiasaan kakek kita berusaha mencari makanan yang alami walau sulit, banyak aktivitas fisik dan tidak bermalasan supaya terus sehat.
Yah itu sekelumit kenapa orang dulu beda sama orang sekarang, masih buanyak faktor lain yang harus kita pahami dan telusuri kenapa poblem kesehatan orang sekarang lebih kompleks, kenapa harapan hidup sekarang lebih rendah. Kesehatan kita salah satunya tergantung dari apa yang kita makan. Jadi jagalah kesehatanmu mulai dari kebiasaan makanmu dan tentunya berhentilah mendzolimi diri sendiri dengan rokok.
Penulis : dr. Wahyu Triasmara (DRW) (diambil dari kompasiana)
Follow twitter Dibalik Topeng @db_topeng dan instagram @dibaliktopeng . Simak berita-berita menarik terbaru dari Dibalik Topeng.
Pernah juga untuk buktiin omongannya dia ajak simbahnya check up dan memang di usianya 90 tahun simbahnya termasuk sehat sekali, pandangan dan pendengaran masih jelas, tidak ada keluhan sama sekali.
Hmm... Sampai segitunya baru saya percaya dibawa kakeknya tapi akhirnya alasan-alasan dia terpatahkan juga setelah sedikit saya kasih kultum dan sekarang udah mulai pelan-pelan mengurangi kebiasaan rokoknya.
Berikut ini pandangan saya kenapa kakek kita tampak lebih sehat dan bahkan jarang terserang sakit kecuali sakit tua.
![]() |
| jaman edan (sumber : gags) |
1. Makanannya simbah tidak neko-neko; ada bayam dimakan, ada gadung dimakan, ada ketela dimakan, ada kecipir dimakan. Nah kalau sekarang tidak makan ke pizza atau McD tidak gaul.
2. Simbah ke mana-mana jalan kaki kalau tidak bersepeda, itu pun sudah lumayan bangsawan kalau sudah punya sepeda. Dulu simbah saya kalau beliau cerita manggul jendal/ketela pohon sambil jalan berkilo-kilo sudah biasa, bahkan sering transit dulu kalau sudah kemalaman di jalan, yah numpang di tempat kerabat atau teman dagangnya. Kalau sekarang tidak pakai ninja atau satria katanya tidak gaul.
3. Bumbu-bumbu jaman dulu masih asli hasil dari alam nah sekarang sudah banyak yang instan bahkan nasi goreng, bubur ayam saja sudah tinggal seduh, belum lagi ada sosis, nugget, ada pewarna, pemanis, pengawet dan pewangi makanan sudah seperti cucian saja pakai pewangi.
4. Orang sekarang malas olahraga, lebih asik jalan di mall atau nonton tv di rumah tidak kehujanan tidak kepanasan bisa sambil online ketawa-ketiwi sendiri liat YouTube: gags just for laugh (haha gue banget) hmm... Gimana mau sehat kalau kurang gerak.
5. Jaman dulu simbah ngerokoknya ngelinting sendiri, paling sehari 2 - 3 linting tambah cengkeh kadang-kadang pakai menyan sampai kalau digendong simbah kakung pulang-pulang ikutan bau menyan dikiranya ikutan ngerokok padahal memang iya haha... Kalau rokok jaman sekarang katanya lebih rendah kadar tar dan nikotinnya tapi kalau sehari habis 1-2 bungkus yah sama saja.
6. Polusi jaman dulu tidak sehoror sekarang, pagi-pagi buka pintu rencana mau ajojing aja baru keluar pagar sudah disembur truk tronton yang tiap hari lewat depan rumah. Hadehh.. Gimana mau dapat fresh air, yang ada engap ni napas. Belum lagi masalah air yang makin tercemar, banyak perumahan jarak septic tenk-nya bisa dibayangin sendiri seberapa dekatnya? Setau saya dulu ada pelajaran kalau jarak septic tank harus sekian meter, nah sekarang belakang sumur kita udah septic tank tetangga. Terpaksa deh beli F*ckqua. Bule lagi yang untung dah...
7. Penyakit sekarang juga ngeri, pada tidak sopan-sopan datangnya suka tiba-tiba ya ada flu burunglah, flu babilah, flu singapurlah, belum lagi penyakit-penyakit yang mainstream semacam HIV AIDS yang penyebarannya semakin cepat karena seks bebas dan jarum suntik narkoba. Beda sama jaman dulu palingan kalau flu ya lokal saja, tidak perlu sampai singapur (baca hand foot & mouth disease).
8. Makan sayur dan buah bagus, tapi kalau sayurnya disemprot pestisida, apelnya disuntik pengawet, ikannya direndem formalin, kerupuknya dikasih boraks, semangkanya disuntik pemanis gimana mau jadi sehat? Yang ada malah makin buruk kesehatan. Beda sama jaman dulu pak tani nanem sayur dan buah pupuknya diambil dari kandang sendiri yang lebih alami.
9. Orang dulu tidak gampang galau, orang sekarang dikit-dikit galau, dikit-dikit stress, kayanya jaman dulu tidak segitunya, kata simbah yang penting makan tidak makan asal ngumpul. Orang sekarang sesuatu yang tidak penting saja kadang dibuat masalah besar ujung-ujungnya pusing sendiri. Orang yang sering galau mudah kena penyakit lho karena sistem imunnya terganggu.
10. Orang sekarang gede gengsinya kalau tidak naik motor/mobil gengsi, kalau tidak makan makanan mahal gengsi, kalau olahraga tidak di fitness center gengsi, kalau sakit harus dirawat apa masih gengsi? Yuk buang gengsi dan kembali meniru kebiasaan kakek kita berusaha mencari makanan yang alami walau sulit, banyak aktivitas fisik dan tidak bermalasan supaya terus sehat.
Yah itu sekelumit kenapa orang dulu beda sama orang sekarang, masih buanyak faktor lain yang harus kita pahami dan telusuri kenapa poblem kesehatan orang sekarang lebih kompleks, kenapa harapan hidup sekarang lebih rendah. Kesehatan kita salah satunya tergantung dari apa yang kita makan. Jadi jagalah kesehatanmu mulai dari kebiasaan makanmu dan tentunya berhentilah mendzolimi diri sendiri dengan rokok.
Penulis : dr. Wahyu Triasmara (DRW) (diambil dari kompasiana)
Follow twitter Dibalik Topeng @db_topeng dan instagram @dibaliktopeng . Simak berita-berita menarik terbaru dari Dibalik Topeng.
Cara untuk diet atau menjaga berat badan agar tetap stabil salah satunya adalah dengan melakukan kebiasaan pola makan yang baik. Orang yang terlihat proporsional dengan tubuh ramping dan sehat tentu saja tidak mendapatkan semua itu karena faktor keberuntungan atau keturunan semata, tapi karena mereka konsisten menjalankan olahraga teratur, dan pastinya, memiliki kebiasaan makan yang tepat. Oleh karena itu, jika kamu ingin menurunkan berat badan, maka kamu harus bisa mengubah beberapa kebiasaan makan ini:
Melewatkan Sarapan
Diantara kamu semua pasti banyak yang melakukan hal ini terutama jika kamu dalam keadaan terburu-buru di pagi hari. Akhirnya kamu mungkin hanya mengonsumsi segelas susu, atau lebih buruk, hanya mengonsumsi secangkir teh atau kopi. Teh dan kopi akan membangkitkan rasa laparmu, dan rasa lapar ini bikin kamu gak efektif mengerjakan sesuatu! Apalagi, orang yang sering melewatkan sarapan akan mudah naik berat badan, tapi tentu dengan cara yang gak sehat karena metabolisme tubuh pun ikut kacau.
Sarapan Berat
Sadar gak kenapa kamu sering merasa mudah ngantuk di jam-jam aktif padahal sudah sarapan lengkap dan kenyang? Ya, itulah sebabnya! Sarapan lengkap sampai kenyang memang memberi energi lebih dan menjaga metabolisme tubuh, tapi makanan seperti kue dan bolu, nasi dengan lauk lengkap, pasta, roti, hingga gorengan justru membuat tubuhmu lemas tak bertenaga sekaligus lebih cepat naik berat badan. Jadi, lain kali makanlah buah-buahan segar , sayuran dan biji-bijian untuk sarapanmu.
Makan dengan Pola yang Kacau
Pola makan yang kacau seperti jam makan yang gak bisa dipastikan, serta gak bisa diprediksi banyak atau sedikitnya makanan yang masuk, akan mempengaruhi peningkatan berat badanmu nantinya. Makan yang baik adalah secara teratur tepat pada waktunya. Bahkan, tiap hari makan rutin sampai 6 porsi sehari dengan porsi yang tepat, gak bakal menaikkan berat badanmu lebih banyak dari makan 2 porsi besar yang kacau.
Sengaja Gak Makan
Ada yang gak makan untuk menghindari ngantuk, ada juga yang sengaja melewatkan makan biar lebih kurus. Apapun alasannya, gak makan saat kamu butuh makan hanya akan menambah berat badanmu. Ini terjadi karena tubuh yang butuh makan tapi gak diisi akan terus melepaskan hormon stres kortisol. Buruknya, kadar kortisol yang tinggi juga jadi penyebab bertumpuknya lemak di perut.
Makan Cepat
Makan cepat mungkin bisa memberi banyak waktu untuk melakukan aktivitas lain. Tapi tidak ada jaminan kamu bisa makan lebih sedikit. Faktanya, otak lebih lambat mengirim sinyal kenyang ke tubuh. Lagipula, makan cepat jelas tidak baik buat pencernaan.
Makan Tengah Malam
Kebiasaan ini biasanya mengganggu orang yang sulit tidur di tengah malam. Meskipun pada sebagian orang ini tidak akan menggemukkan, terutama karena mereka juga menyertainya dengan tambahan pola hidup buruk lain yang membuatnya sulit gemuk karena tidak sehat, kebiasaan ini justru menggemukkan bagi sebagian lainnya. Biasanya, konsumsi makan tengah malam akan menghasilkan efek penenang yang membuat orang jadi mudah ngantuk, dan efeknya, tubuh lebih gemuk dengan simpanan lemak. Jadi, lain kali makan malamlah antara pukul 8 hingga 8.30, dan jangan makan lagi setelahnya.
Jadi, segera ubah kebiasaan makanmu agar berat badan idaman bisa kamu dapatkan! (gladis.co)
Follow twitter Dibalik Topeng @db_topeng dan instagram @dibaliktopeng
![]() |
| Mengatur pola makan sehat (vemale.com) |
Melewatkan Sarapan
Diantara kamu semua pasti banyak yang melakukan hal ini terutama jika kamu dalam keadaan terburu-buru di pagi hari. Akhirnya kamu mungkin hanya mengonsumsi segelas susu, atau lebih buruk, hanya mengonsumsi secangkir teh atau kopi. Teh dan kopi akan membangkitkan rasa laparmu, dan rasa lapar ini bikin kamu gak efektif mengerjakan sesuatu! Apalagi, orang yang sering melewatkan sarapan akan mudah naik berat badan, tapi tentu dengan cara yang gak sehat karena metabolisme tubuh pun ikut kacau.
Sarapan Berat
Sadar gak kenapa kamu sering merasa mudah ngantuk di jam-jam aktif padahal sudah sarapan lengkap dan kenyang? Ya, itulah sebabnya! Sarapan lengkap sampai kenyang memang memberi energi lebih dan menjaga metabolisme tubuh, tapi makanan seperti kue dan bolu, nasi dengan lauk lengkap, pasta, roti, hingga gorengan justru membuat tubuhmu lemas tak bertenaga sekaligus lebih cepat naik berat badan. Jadi, lain kali makanlah buah-buahan segar , sayuran dan biji-bijian untuk sarapanmu.
Makan dengan Pola yang Kacau
Pola makan yang kacau seperti jam makan yang gak bisa dipastikan, serta gak bisa diprediksi banyak atau sedikitnya makanan yang masuk, akan mempengaruhi peningkatan berat badanmu nantinya. Makan yang baik adalah secara teratur tepat pada waktunya. Bahkan, tiap hari makan rutin sampai 6 porsi sehari dengan porsi yang tepat, gak bakal menaikkan berat badanmu lebih banyak dari makan 2 porsi besar yang kacau.
Sengaja Gak Makan
Ada yang gak makan untuk menghindari ngantuk, ada juga yang sengaja melewatkan makan biar lebih kurus. Apapun alasannya, gak makan saat kamu butuh makan hanya akan menambah berat badanmu. Ini terjadi karena tubuh yang butuh makan tapi gak diisi akan terus melepaskan hormon stres kortisol. Buruknya, kadar kortisol yang tinggi juga jadi penyebab bertumpuknya lemak di perut.
Makan Cepat
Makan cepat mungkin bisa memberi banyak waktu untuk melakukan aktivitas lain. Tapi tidak ada jaminan kamu bisa makan lebih sedikit. Faktanya, otak lebih lambat mengirim sinyal kenyang ke tubuh. Lagipula, makan cepat jelas tidak baik buat pencernaan.
Makan Tengah Malam
Kebiasaan ini biasanya mengganggu orang yang sulit tidur di tengah malam. Meskipun pada sebagian orang ini tidak akan menggemukkan, terutama karena mereka juga menyertainya dengan tambahan pola hidup buruk lain yang membuatnya sulit gemuk karena tidak sehat, kebiasaan ini justru menggemukkan bagi sebagian lainnya. Biasanya, konsumsi makan tengah malam akan menghasilkan efek penenang yang membuat orang jadi mudah ngantuk, dan efeknya, tubuh lebih gemuk dengan simpanan lemak. Jadi, lain kali makan malamlah antara pukul 8 hingga 8.30, dan jangan makan lagi setelahnya.
Jadi, segera ubah kebiasaan makanmu agar berat badan idaman bisa kamu dapatkan! (gladis.co)
Follow twitter Dibalik Topeng @db_topeng dan instagram @dibaliktopeng


