Satu Tahun Terjun Di Dunia Saham
Bulan maret tahun 2016 lalu saya mulai mempelajari tentang dunia
investasi. Dari sana saya mengetahui banyak sekali instrumen investasi
yang bisa digunakan untuk menyimpan uang agar nilainya tidak turun
akibat tergerus oleh inflasi, atau malah bisa menambah pundi-pundi
kekayaan. Saya membaca banyak blog di internet. Kemudian saya mencari
buku-buku tentang investasi di gramedia. Pada waktu itu saya masih
sangat berhati-hati dan belum berani untuk menginvestasikan uang kedalam
instrumen investasi manapun. Berikut instrumen investasi yang saya
pelajari :
![]() |
| Instrumen Investasi |
1. Emas
Emas menjadi salah satu instrumen investasi paling banyak diminati. Orang-orang hanya tahu bahwa nilai mata uang sebanding lurus dengan harga emas. Oleh karena itu mereka yakin kalau menginvestasikan uang mereka dalam bentuk emas, uang mereka tidak akan berkurang nilainya. Padalah dari banyak sumber yang telah saya pelajari, saya menyimpulkan bahwa emas untuk saat ini adalah investasi yang cukup buruk.
Mungkin jika Anda membeli emas lebih dari satu dekade yang lalu sekarang harganya sudah naik cukup tinggi. Tapi cobalah lihat apabila Anda membeli emas lima tahun yang lalu (tahun 2012), Anda akan mendapati bahwa jumlah uang Anda sekarang adalah sama dengan jumlah uang yang Anda belikan emas lima tahun yang lalu. Atau berkurang cukup banyak karena harga jual emas dari Antam (harga saat kita beli) lebih tinggi dibanding harga beli emas dari Antam (harga saat kita jual). Dan tentunya berkurang banyak karena inflasi.
Selain itu yang membuat saya sangat tidak tertarik untuk berinvestasi dalam bentuk emas adalah apabila saya membeli emas 100 gram, maka 10 tahun lagi masih akan tetap 100 gram. Tidak peduli harganya naik atau turun, yang jelas emas yang saya miliki tetaplah 100 gram.
2. Properti
Yang kebanyakan orang tahu bahwa harga properti dari tahun ke tahun akan selalu naik. Yang kebanyakan orang tahu juga bahwa kita tidak akan pernah rugi bila menginvestasi kekakayaan kita dalam bentuk properti. Dengan adanya asumsi seperti itu, sekarang kita mendapati banyak sekali orang yang mengharuskan memiliki properti untuk berinvestasi walaupun membelinya secara kredit.
Bila benar seperti itu adanya, kenapa bisa terjadi krisis tahun 2008 yang disebabkan oleh kredit macet perumahan di Amerika. Pada saat itu banyak orang yang panik menjual rumah dan properti lain yang mereka miliki karena takut harganya akan semakin jatuh lagi. Walaupun beberapa tahun kemudian harga properti kembali naik, tapi hal itu cukup membuktikan bahwa tidak ada instrumen investasi yang paling aman.
Sebenarnya saya cukup tertarik dengan instrumen investasi yang satu ini. Tapi dikarenakan butuh dana yang cukup besar untuk memiliki sebuah properti. Katakanlah ingin memiliki apartemen yang kemudian bisa kita sewakan. Saya akan mendapatkan uang dari hasil sewa dan juga akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga apabila saya menjualnya kembali. Tapi untuk memiliki sebuah apartemen saya membutuhkan dana yang sangat banyak. Misal sekarang harga 1 kamar apartemen katakanlah 400 juta, maka saya harus menyiapkan dana sebesar itu. Padahal saya belum memiliki dana sebesar itu.
3. Reksadana, Deposito dan Obligasi
Pada instrumen investasi berupa deposito, obligasi, dan sukuk memiliki return yang sudah ditentukan diawal. Sehingga cukup aman dan cukup menguntungkan. Tapi saya tidak suka karena investasi di ketiga instrumen tersebut berbatas dengan waktu. Jadi saya tidak bisa mengambil uang saya sewaktu-waktu apabila saya memerlukannya.
Sementara pada reksadana, kita bisa membeli, menjual dan menarik uang kita kapan pun. Untuk masalah imbal hasil, reksadana memiliki 4 kategori dengan tingkat imbal hasil dan tingkat resiko yang berbeda-beda . Mulai dari imbal hari dan resiko yang hampir sama dengan deposit, hinggal tingkat imbal hasil dan resiko yang cukup tinggi.
Apabila ingin membeli reksadana, saya menyarankan diri saya dan Anda untuk tidak membelinya melalui perusahaan asuransi. Apalagi investasi yang disatukan dengan asuransi. Yakinlah Anda tidak akan pernah mendapati uang Anda berkembang menjadi seperti yang penjual asuransi itu tawarkan kepada Anda. Jadi bila Anda ingin membeli Reksadana, belilah langsung. Akan saya bahas pada tulisan sendiri.
4. Saham
Sebelum mempelajari tentang saham setahun yang lalu, saya belum mengetahui bahwa saham adalah instrumen investasi paling tepat dan paling menarik. Ada yang bilang bahwa orang bisa mendadak kaya bila bermain saham. Tapi ada pula yang bilang kalau banyak orang yang sudah tertipu karena ditawari untuk menginvestasikan uangnya ke saham. Setelah saya pelajari ternyata kedua asumsi ini benar. Tapi akan saya bahas lebih lanjut pada kesempatan lain.
Yang membuat saya semakin tertarik menginvestasikan uang saya ke saham adalah saya dituntut untuk banyak membaca dan belajar terus menerus.
Category: emas, investasi, motivasi, obligasi, properti, reksadana, saham


0 comments